gallery/new logo
gallery/lebaran anak
gallery/hs

Hasan | Peralatan & Tutorial √

Cara kerja ponsel

Sebelum kita lanjutkan, pastikan sobat sudah benar benar paham dengan komponen-komponen utama yang sudah di jelaskan di halaman sebelumnya. Bila sudah benar-benar faham, sekarang kita lanjutkan dengan mengetahui cara kerja dari sebuah ponsel. Ini penting sebelum kita mencoba memperbaiki sebuah ponsel, maka perlu kita ketahui dulu cara kerja dari ponsel tersebut karena hal ini akan membantu kita dalam menganalisa kerusakan. Nah berikut penjelasan singkat tentang cara kerja ponsel.

 

1- Perintah input / output

 

Power On/Off.

Menyalakan ponsel tidak sama dengan menyalakan lampu di rumah. Proses menghidupkan atau mematikan ponsel tidak  dengan cara memutus atau menghubungkan koneksi dengan battery. System ponsel mirip dengan komputer. Ketika ponsel telah di pasang battery, maka tegangan battery akan masuk ke IC power, dan  akan di suplai ke bagian lain termasuk  processor. Dengan demikian ponsel siap menerima perintah kapan saja untuk mengaktifkan semua system. Begitu kita tekan tombol On/Off maka CPU akan mengaktifkan IC Flash yang di dalamnya terdapat firmware berupa operating system dari ponsel tersebut sehingga ponsel akan melakukan startup seperti komputer.

 

Perintah input.

Ketika kita melakukan perintah kepada ponsel, seperti menekan nomor, mengetik sms, merekam suara, dan sebagainya, semua perintah  tersebut akan diterima oleh CPU ponsel, kemudian CPU akan memproses nya berdasarkan data operating system  ponsel.

 

Perintah Output.

Selain menerima dan melaksanakan perintah input, CPU juga harus memberikan perintah output kepada setiap system atau perangkat di dalam ponsel, seperti perintah untuk menampilkan informasi pada LCD, perintah kepada UI seperti mengaktifkan vibrator, membunyikan buzzer, speaker, menyalakan led, perintah kepada power supply untuk meretribusikan tegangan, dsb.

 

Pengisian battery

Pengisian battery  ponsel diproses  melalui IC pengisian daya yang biasanya berupa regulator switching yang memvariasikan tegangan dan arus untuk mengisi baterai. Perangkat ini juga mengukur tegangan dan suhu baterai untuk mengetahui kapan harus memotong pengisian.  System pengisian diatur secara komputerisasi dan juga di control oleh CPU, bila battery penuh maka handphone akan menolak pengisian.

 

2 - Pemancaran

Pengolahan signal data suara

Disaat kita melakukan panggilan, maka gelobang suara akan di terima oleh microphone dan dilanjutkan ke bagian audio processor untuk diproses

Perubahan signal digital menjadi signal analog

Di bagian ini siynal data akan di konversi menjadi  siynal analog karena bagian RF masih menggunakan siynal analog, sedangkan bagian processor  karakternya berbentuk digital. Jadi perlu penyesuaian antara keduanya.  Selanjutnya siynal yang telah di konversi tersebut  akan dilanjutkan ke bagian RF.

 

Pencampuran signal data dengan signal pembawa.

Siynal data yang  akan dikirim ke base station ini tentunya harus ada yang membawa. Oleh karena itu RF processor  akan mencampur siynal data dengan siynal pembawa. Siynal pembawa mempunyai  frekuensi 900-1900 MHz pada teknologi GSM. Setelah siynal data informasi sudah dicampur dengan signal pembawa, maka akan dilanjutkan ke bagian penguatan.

 

Penguatan akhir

Siynal data  yang sudah dicampur dengan signal pembawa harus diterima oleh base station, sedangkan jarak base station cukup jauh.  Jadi, siynal harus kuat agar dapat menjangkau base station. Maka dari itu sinyal tersebut di perkuat menggunakan Power Amplifier (PA) yang merupakan penguat akhir.

 

Pembagian jalur Transmisi

Setelah sinyal dikuatkan maka akan dilanjutkan ke bagian antena switch untuk di hubungkan ke antena. Antena switch ini yang mengatur dua jalur transmisi pada ponsel, yaitu penerimaan dan pemancaran.

 

Pemancaran ke base station

Sinyal dipancarkan melalui antena kepada base station. Dengan demikian kualitas  antena akan menetukan hasil dari pemancaran.

 

3 - Penerimaan

Penerimaan data dari base station

Signal yang dipancarkan base station akan diterima oleh antenna ponsel. Dan selanjutnya akan di teruskan kepada antenna switch untuk di teruskan kepada LNA.

Pembagian jalur transmisi

Pembagian jalur transmisi di lakukan dengan menggunakan antenna switch agar siynal pemancaran dengan sinal penerimaan tidak bertabrakan,

Penguatan awal

Agar dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, signal dari base station akan dikuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low Noise Amplifier) yang juga berfungsi sebagai pemotong noise.

Pemisahan siynal informasi dengan signal pembawa

Signal dari LNA masih bercampur dengan signal pembawa, agar dapat diproses oleh bagian DSP (Digital signal proccersor) maka signal tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu oleh RF processor.

 

Perubahan siynal analog ke  digital

Di bagian ini siynal akan di konversi menjadi  siynal digital karena bagian RF masih menggunakan siynal analog, sedangkan bagian processor  karakternya berbentuk digital. Jadi perlu penyesuaian antara keduanya.  Selanjutnya siynal yang telah di konversi tersebut  akan dilanjutkan ke CPU.  Untuk sinyal suara akan dilanjutkan ke bagian audio amplifier.

 

Penguatan akhir pada signal suara

Sinyal suara  dikuatkan oleh bagian audio amplifier untuk di lanjutkan ke speaker. Signal tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan di hubungkan ke speaker agar dapat di dengar oleh telinga kita.

 

Diagram blok & Component layout

Diagram Blok  di bawah ini akan membantu kita mengetahui lokasi dari bagian-bagian  dalam rangkaian ponsel.  Component layout membantu kita mengetahu letak komponen-komponen utama pada PCB ponsel. Dengan demikian kita akan lebih mudah menemukan lokasi masalah dalam memperbaiki ponsel. Beda ponsel tentu beda juga bentuk PCB dan tata letak komponennya, namun pada dasarnya cara kerja ponsel semua sama. Untuk lebih mudahnya, di sini saya mengambil contoh Diagram dan Component layout dari ponsel lama yaitu Nokia 3310.

gallery/diagram-1s
gallery/board layout-1s

Perhatikan  diagram blok di atas dan pelajari tentang penempatan bagian- bagian dalam ponsel juga bagaimana mereka terhubung  satu dengan yang lainnya. Jika kita sudah paham, maka akan lebih mudah menemukan sebagian besar masalah saat memperbaiki ponsel. Misalnya ponsel yang di perbaiki bermasalah pada sinyal, maka dari diagram kita bisa mengetahui dimana letak atau lokasi bagian-bagian yang berhubungan dengan sinyal sehingga bisa di lakukan pemeriksaan yang lebih terarah.

Dan untuk mengetahui letak komponennya kita bisa melihatnya di gambar Component Layout. 

             

Nah sobat, sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya, pastikan sobat sudah paham betul dengan semua penjelasan yang ada di halaman ini. 

VIDEO BELAJAR ELEKTRONIKA

gallery/komponen smd
gallery/komponen lgkp
gallery/servis hp

ARTIKEL   UMUM

gallery/skema thmnl-001

Cara membaca skema

gallery/static thmnl-001

Bahaya listrik statis

gallery/usb thmnl-001

Tentang USB