gallery/new logo
https://www.youtube.com/playlist?list=PLtZXrYwBa0TQN1fgZaJil3BZ_znbY4fta
gallery/hs
gallery/lebaran anak

Hasan | Peralatan & Tutorial √

TESPEN DAN CARA KERJANYA
gallery/tespen 1s

Tespen adalah alat untuk mendetesi adanya tegangan listrik.  Alat ini terlihat seperti obeng karena umumnya tespen berbentuk seperti obeng kecil dan ringan. Di bagian atasnya terdapat penjepit seperti pulpen sehingga bisa di jepitkan pada baju atau di mana saja ketika tespen tidak di gunakan.

 

Tespen sudah biasa di gunakan untuk membantu kemanan dalam mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan kelistrikan. Alat ini membantu kita untuk mengetahui ada atau tidaknya tegangan listrik pada objek-objek seperti stop kontak, kabel yang terkelupas, fitting light, dan benda-benda lain yang di perkirakan mengandung aliran listrik.

 

Jadi alat ini wajib di miliki oleh teknisi baik teknisi elektronik maupun listrik. Bahkan mereka yang bukan teknisi pun juga harus mempunyai tespen untuk membantu pekerjaan mengatasai masalah-masalah kelistrikan. Misalnya terjadi kerusakan pada colokan listrik di rumah (Stop Kontak) sebelum kita membongkarnya, kita bisa memeriksa dulu dengan tespen untuk memastikan apakah  masih ada tegangan atau tidak sehingga kita bisa lebih aman dari resiko tersengat listrik

Bagian-bagian tespen

Untuk lebih mengenal tespen ada baiknya kita ketahui bagian atau komponen-komponen pada tespen. Perhatikan gambar di bawah.

gallery/tespen part1s
Keterangan

 

 

1.Logam penutup

Pada tutup ini terdapat logam yang akan berhubungan langsung dengan jari kita pada saat melakukan pengetesan.

 

2. Pegas

Untuk menekan komponen – komponen dalam tespen supaya selalu terhubung dengan baik sekaligus penghubung tutup ke neon.

 

3. Neon

Sebagai lampu indikator yang akan menyala ketika ada aliran listrik.

 

4. Body

Gagang atau body tespen di buat transparan supaya cahaya lampu di dalamnya tetap terlihat.

 

5. Karbon

Berfungsi sebagai penghambat (Resistor dengan resistansi sekitar 4mega ohms) yang akan menguragi aliran listrik sehingga lebih aman.

 

6. Isolator

Bagian ini berfungsi sebagai pengaman agar jari kita tidak bersentuhan langsung dengan ujung tespen pada saat melakukan pengetesan.

 

7. Probe atau ujung tespen,

berbentuk seperti mata obeng yang mana ujung ini akan berhubungan langsung dengan objek yang periksa.

Cara kerja tespen

Ketika ujung tespen menyentuh objek yang bertegangan listrik, maka tegangan akan mengalir melalui ujung tespen dan terus menuju ke karbon. Batang karbon akan menghambat aliran listrik sehingga arus akan berkurang setelah melaluinya. Dari batang karbon listrik di teruskan ke neon yakni ke salah satu kaki pin daripada neon sementara pin yang lain akan terhubung langsung ke jari kita melalui pegas dan tutup logam tespen. Tubuh kita berfungsi seperti ground sehingga ketika ada aliran listrik pada neon maka lampu indikator itu akan menyala.

Keamanan dalam menggunakan tespen

Sebelum memulai pekerjaan, Pastikan  tespen  yang  anda gunakan dalam keadaan baik, bersih, kering, dan masih berfungsi dengan normal. Lakukan pengujian pada tespen terlebih dulu dengan cara mengetes stop kontak yang masih baik.

 

Pastikan tubuh anda terutama tangan dalam keadaan kering, tidak lembab apalagi basah. Tangan yang basah akan lebih beresiko tersengat listrik karena air bisa berfungsi seperti penghantar aliran listrik.

 

Jangan pernah memodifikasi, merubah atau mengurangi komponen dalam tespen karena jika salah, maka tespen tidak akan berfungsi dengan bernar dan hal ini akan membahayakan penggunanya.

 

Perhatikan kemampuan atau batas ukur tegangan tespen yang biasanya tertulis di bodinya. Demi keamanan, gunakan tespen untuk menguji tegangan yang masih di bawah kemampuan tespennya. Misalnya kemampuan maksimumya 500volt, maka gunakan untuk tegangan di bawah 500volt.

 

Jangan menggunakan tespen kecuali sudah benar-benar tahu cara menggunakannya dengan benar.

 

Perhatikan semua hal di atas setiap kita akan menggunakan tespen. Listrik memang membawa mamfaat yang besar bagi kita, tapi di balik itu, listrik juga berbahaya jika kita tidak berhati-hati dalam menanganinya.

Cara menggunakan tespen

Walau terlihat gampang cara menggunakan tespen, tapi tetap ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan penggunaan tespen. Berikut adalah panduan penggunaan tespen.

Memeriksa stop kontak.

Stop kontak (Colokan listrik di rumah, kantor, dll) mempunyai dua lubang, dimana satu lubangnya terdapat tegangan dan lubang yang satunya lagi tidak ada tegangan.

 

Pegang gagang tespen dengan benar yaitu dengan jari-jari kecuali jari telunjuk, karena jari telunjuk akan di gunakan untuk menyentuk logam pada tutup tespen.

 

Pastikan jari kita tidak bersentuhan dengan ujung tespen yang terbuat dari besi. Masukkan ujung testpen pada setiap lubang stop kontak karena kita tidak tahu pasti lubang yang mana yang bertegangan ataupun yang tidak bertegangan.

 

Yakinkan bahwa ujung tespen telah menyentuh bagian plat dalam stop kontak. Sentuh tutup atau bagian atas tespen dengan jari telunjuk dan perhatikan lampu indikatornya.  Jika saat diuji testpen menyala pada satu lubang, sedangkan di lubang lainnya tidak menyala berarti stop kontak berfungsi dengan normal.

Memeriksa Kabel

Pegang testpen dengan benar seperti yang telah di jelaskan di atas. Sentuhkan ujung tespen ke bagian inti atau tembaga kabelnya dan perhatikan lampu indicator tespen. Jika tembaga kabel kotor atau berkarat, koreklah dengan ujung tespennya secara perlahan dan hati-hati sampai kotoran tidak menghalangi hubungan antara tembaga kabel dengan ujung tespen.

Memeriksa peralatan lain

Jika kita ingin memeriksa peralatan-peralatan seperti kulkas, setrika, magic jar, dsb, maka yang perlu di periksa adalah bagian-bagian yang terbuat dari logam atau yang berlapis logam. sentuhkan ujung testpen pada bagian-bagian tersebut  dan jangan lupa menyentuh tutup tespen dengan jari telunjuk sambil memperhatikan lampu tespennya.

 

 

Menilai hasil pemeriksaan

Jika lampu tespen menyala dengan terang dan normal berarti objek atau peralatan listrik yang anda ukur bertegangan listrik maksimal dan akan berbahaya jika kita pegang.

 

Jika Lampu testpen menyala tapi redup berarti objek yang anda ukur bertegangan tapi tidak maksimal atau mungkin hanya tegangan semu. Tapi hal itu bisa di sebabkan karena tubuh kita yang terisolasi pada saat melakukan pengetesan sehingga tespen kurang mendapatkan ground.

 

Cobalah menyentuh dinding dengan telapak  tangan atau melepaskan alas kaki ketika melakukan pengukuran dengan testpen, jika ternyata lampu testpen menyala dengan terang, berarti benda yang anda ukur tadi bertegangan maksimal dan berbahaya.

Tapi jika cahaya testpen tetap redup, berarti peralatan yang di uji tersebut bertegangan namun tidak normal atau bisa jadi hanya tegangan semu dan bisa di hilangkan dengan ground.

 

Jika lampu tespen tidak menyala berarti objek yang di tes tidak bertegangan atau bisa jadi tespennya sendiri yang bermasalah. Jadi periksa dulu kondisi tespen kalau perlu lakukan pengujian ke objek lain seperti stop kontak yang masih baik, fitting lamp, dll.

 

Demikian sobat uraian singkat tentang tespen. Semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon di koreksi ya?

Terima kasih

VIDEO BELAJAR ELEKTRONIKA

gallery/belajar elektronika komplit
gallery/komponen lgkp

ARTIKEL   UMUM

gallery/skema thmnl-001

Cara membaca skema

gallery/static thmnl-001

Bahaya listrik statis

gallery/usb thmnl-001

Tentang USB