gallery/sign1s
gallery/-light-blue-wallpapers-background-01
gallery/video3
gallery/schm-thmnl-play
gallery/belajar hp-1s
gallery/video komponen

Hasan | Komponen Elektronika√

TRANSISTOR
gallery/trs1s
    Transistor

    Transistor merupakan salah satu komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan memiliki tiga kaki atau tiga elektroda yaitu basis, kolektor, dan emitor. Ketiga kaki transistor ini memiliki fungsi tersendiri namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Transistor  dapat di ibaratkan seperti keran yang dapat mengalirkan atau menghambat arus listrik dan bisa di atur sesuai dengan kontrol yang diberikan.

     

    Transistor ditemukan oleh tiga ilmuwan Fisika dari Amerika, Yaitu William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain pada akhir tahun 1947. Pada asal mulanya, transistor dicipkatan untuk menggantikan tabung hampa yang sejak saat itu sudah digunakan sejak lama. Tabung hampa sendiri memiliki ukuran fisik yang jauh lebih besar dari transistor dan memerlukan tegangan tinggi untuk membuat komponen tersebut bekerja. Sementara transistor menggunakan bahan semikonduktor yang jauh lebih efisien karena ukuran fisiknya yang jauh lebih kecil dan memerlukan tegangan rendah untuk mengoperasikannya.

     

    Sebelum di temukannya transistor, peralatan elektronik pada saat itu mempunyai ukuran yang  sangat besar.  Sebuah komputer saja bisa memiliki ukuran sebesar  lemari.   Tapi sejak di temukannya transistor, semua peralatan elektronika di buat dengan ukuran yang jauh  lebih kecil dan kemampuannya pun semakin tinggi. Dan seiring dengan perkembangan teknologi, transistor dan komponen-komponen yang lain juga mengalami perkembangan yang bisa kita nikmati sampai sekarang.

     

    Contohnya pada computer maupun ponsel yang kita pakai terdapat banyak sekali transistor di dalamnya.  Sebuah computer pasti menggunakan processor, chipset, dan lain sebagainya  dan di dalam sebuah processor saja terdapat ribuan bahkan jutaan transistor.  Bayangkan kalau yang di pakai bukan transistor, tapi tabung yang ukurannya jauh lebih besar, tidak mungkin kita bisa mempunyai ponsel yang kecil dan bisa di bawa kemana-mana(portable). 

    Fungsi transistor

    Dalam setiap rangkaian elektronika, transistor selalu memegang peranan utama mengingat fungsinya yang sangat penting dalam mengolah sinyal, menguatkan arus, pemutus, penghubung ,pembangkit  sinyal, dsb. Dengan fungsi yang sangat  beragam ini transistor selalu di gunakan pada setiap pembuatan produk elektronik karena fungsi transistor bisa di atur sesuai dengan desain rangkaian yang dibutuhkan. Dan memang hampir semua peralatan elektronik seperti radio,  televisi,  komputer ,dan sebagainya bahkan  termasuk juga ponsel pasti menggunakan komponen ini.

     

    Berikut adalah contoh beberapa fungsi dari transistor :

    sebagai saklar

    Transistor bisa di fungsikan sebagai saklar elektronik  yang prinsip kerjanya berbeda dengan saklar biasa. Saklar transistor ini dikontrol secara elektrik memutuskan dan mengalirkan arus listrik tanpa adanya  mekanis yang bergerak .

     

    Sebagai gerbang logika

    Di dalam  komponen komputer seperti  Processor,RAM, dsb terdapat ribuan atau bahkan jutaan gerbang logika yang pada dasarnya dibuat dengan menggunakan transistor.

     

    Sebagai pembangkit sinyal (osilator)

    Rangkaian osilator di buat untuk menghasilkan sinyal dengan amplitudo dan frekuensi tertentu. Pada dasarnya rangkaian ini menggunakan perpaduan antara induktor, resistor, dan kapasitor sehingga menghasilkan resonansi

    tertentu. Namun komponen-komponen itu saja tidaklah cukup untuk membangkitkan sinyal atau frekuensi, karena itulah diperlukan sebuah komponen aktif yaitu transistor.

    Jenis-jenis Transistor

    Transistor dapat di bagi  menjadi dua kelompok  yaitu Transistor Bipolar dan Transistor Efek Medan atau FET (Field Effect Transistor). Perbedaan  utama dari keduanya  ialah  terletak pada bias Input (atau Output) yang digunakannya. Transistor Bipolar memerlukan arus untuk mengendalikan terminal lainnya sedangkan Field Effect Transistor (FET) hanya menggunakan tegangan saja. Pada pengoperasiannya, Transistor Bipolar memerlukan muatan pembawa (carrier) hole dan electron sedangkan FET hanya memerlukan salah satunya. Berikut ini adalah jenis-jenis Transistor.

    Transistor Bipolar (BJT)

    Transistor Bipolar adalah Transistor yang struktur dan prinsip kerjanya memerlukan perpindahan muatan pembawanya yaitu electron di kutup negatif untuk mengisi kekurangan electon atau hole di kutub positif.   Bipolar berasal dari kata “bi” yang artinya adalah “dua” dan kata “polar” yang artinya adalah “kutub”. Transistor Bipolar juga sering disebut juga dengan singkatan BJT yang kepanjangannya adalah Bipolar Junction Transistor.

    Jenis-jenis Transistor Bipolar

    Transistor Bipolar terdiri dari dua jenis yaitu jenis NPN dan jenis PNP. Transistor ini mempunyai tiga kaki yang masing-masing adalah  Basis, Kolektor, dan Emitor.

    Transistor NPN menggunakan tegangan positif pada  basisnya untuk mengendalikan aliran dari Kolektor ke Emitor. Sedangkan Transistor PNP adalah kebalikannya yakni  menggunakan tegangan negatif pada terminal basisnya untuk mengendalikan aliran dari Emitor ke Kolektornya.

    Simbol Transistor Bipolar (BJT) dapat dilihat pada  gambar di bawah.

    gallery/smb1ss

    FET (Field Effect Transistor)

    Field Effect Transistor disingkat FET atau  Transistor Efek Medan adalah jenis Transistor yang menggunakan listrik untuk mengendalikan konduktifitasnya. Yang dimaksud dengan Medan listrik disini adalah Tegangan listrik yang diberikan pada terminal Gate (G) untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan pada terminal Drain (D) ke terminal Source (S). Transistor Efek Medan (FET) ini sering juga disebut sebagai Transistor Unipolar karena pengoperasiannya hanya tergantung pada salah satu muatan pembawa saja, apakah muatan pembawa tersebut merupakan Electron maupun Hole.

     

    Jenis-jenis FET

    Transistor  FET  terdiri dari tiga jenis yaitu  (JFET Junction Field Effect Transistor), MOSFET Field Effect Transistor (Metal Oxide Semikonductor) dan UJT (Uni Junction Transistor).

     

    JFET

    JFET (Junction Field Effect Transistor) menggunakan junction atau persimpangan p-n bias terbalik sebagai isolator antara Gerbang dan Kanalnya. JFET terdiri dari dua jenis yaitu JFET Kanal P dan JFET Kanal N .JFET terdiri dari tiga kaki terminal yang masing-masing G (Gate), D (Drain) dan S (Source).

     

    MOSFET

    MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) adalah Transistor yang menggunakan isolator antara Gerbang dan Kanalnya. Jenis transistor ini memang memiliki input impedance tinggi dan harga yang mahal. Pemasangan MOSFET harus hati hati karena transistor  ini sensitif dengn elektrostatik.  MOSFET ini juga terbagi menjadi MOSFET Kanal-P dan MOSFET Kanal-N . MOSFET terdiri dari tiga kaki terminal yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S).

     

    UJT

    UJT (Uni Junction Transistor) adalah jenis Transistor FET tapi yang ini berbeda dengan jenis FET lainnya, UJT mememiliki dua kaki terminal Basis (B1 dan B2) dan 1 kaki Emitor. UJT digunakan khusus sebagai pengendali (switch) dan tidak dipergunakan sebagai penguat seperti transistor yang laiin.

    gallery/smbfet-1s
    gallery/ujt1s